MILITER Guinea membubarkan pemerintah negara itu, dan membekukan konstitusi setelah kematian Presiden Lansana Conte (74 th). Dalam pernyataan melalui radio pemerintah, Kapten Moussa Dadi Camara mengatakan, "dewan konsultasi" para pemimpin sipil dan militer akan digantikan.
Lembaga-lembaga negara "tidak sanggup menyelesaikan krisis yang menghadang negara kita." kata Kapten Camara.
Conte memerintah negara di bagian barat benua Afrika itu sejak 1984. Penyebab kematian penderita diabetes ini belum diketahui.
Perdana Menteri Ahmed Souare sebelumnya menyerukan warga "tenang dan menahan diri" dan menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Pejabat Militer
Hanya beberapa jam setelah ketua parlemen mengumumkan kematian Presiden Conte, Kapten Camara berbicara di radio pemerintah bahwa militer telah mengambilalih kekuasaan, dan badan yang dinamai Dewan Nasional untuk Pembangunan dan Demokrasi didirikan.
Kapten Camara mengatakan, negaranya dalam keadaan "sangat putus asa" dan bahwa sesuatu perlu dilakukan untuk memperbaiki ekonomi dan memerangi korupsi.
Dia menambahkan, seorang pejabat militer akan diangkat menjadi presiden, dan seorang warga sipil akan menjadi perdana menteri pemerintah baru yang mewakili perimbangan etnis.
Wartawan BBC Alhassan Sillah di ibukota Konakri mengatakan, tidak ada tanda-tanda pengerahan pasukan di jalan-jalan Guinea.
Mendiang Lansana Conte merebut kekuasaan pada tahun 1984 dan menang dalam tiga pemilihan yang dinilai kontroversial.
Republik Guinea berpenduduk sekitar 9 juta jiwa, yang sekitar 90 persennya muslim.
Negara Afrika ini kaya akan bahan mineral, termasuk bauksit, namun sebagian besar warganya sangat miskin.
� bbc, reuters
� 11sig03
Lembaga-lembaga negara "tidak sanggup menyelesaikan krisis yang menghadang negara kita." kata Kapten Camara.Conte memerintah negara di bagian barat benua Afrika itu sejak 1984. Penyebab kematian penderita diabetes ini belum diketahui.
Perdana Menteri Ahmed Souare sebelumnya menyerukan warga "tenang dan menahan diri" dan menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Pejabat Militer
Hanya beberapa jam setelah ketua parlemen mengumumkan kematian Presiden Conte, Kapten Camara berbicara di radio pemerintah bahwa militer telah mengambilalih kekuasaan, dan badan yang dinamai Dewan Nasional untuk Pembangunan dan Demokrasi didirikan.
Kapten Camara mengatakan, negaranya dalam keadaan "sangat putus asa" dan bahwa sesuatu perlu dilakukan untuk memperbaiki ekonomi dan memerangi korupsi.
Dia menambahkan, seorang pejabat militer akan diangkat menjadi presiden, dan seorang warga sipil akan menjadi perdana menteri pemerintah baru yang mewakili perimbangan etnis.
Wartawan BBC Alhassan Sillah di ibukota Konakri mengatakan, tidak ada tanda-tanda pengerahan pasukan di jalan-jalan Guinea.
Mendiang Lansana Conte merebut kekuasaan pada tahun 1984 dan menang dalam tiga pemilihan yang dinilai kontroversial.
Republik Guinea berpenduduk sekitar 9 juta jiwa, yang sekitar 90 persennya muslim.
Negara Afrika ini kaya akan bahan mineral, termasuk bauksit, namun sebagian besar warganya sangat miskin.
� bbc, reuters
� 11sig03