Sunday, November 30, 2008

Thai Makin Tegang

KETEGANGAN makin meningkat di Bangkok. Ribuan pengunjuk rasa terus menduduki dua bandara di kota tersebut untuk hari keenam.

Bandar udara Bangkok diduduki sejak hari Selasa laluPolisi mengatakan mereka sedang berunding dengan sebuah kelompok, di saat pihak berwenang memperingatkan kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh blokade tersebut.

Sekitar 100 ribu penumpang terlantar di ibukota Thailand ini. Beberapa negara sudah mengirim pesawat untuk mengangkut warga mereka.

Para pengunjuk rasa menginginkan pemerintah mengundurkan diri. Mereka menuduh sebagai korup dan bersikap bermusuhan terhadap keluarga kerajaan.

Kekhawatiran akan adanya kekerasan antar pendukung dan mereka yang anti pemerintah semakin kuat, ini terutama setelah terjadinya serangan granat di Bangkok.

Serangan Sabtu malam terhadap para pengunjuk rasa yang menduduki gedung pemerintah sejak bulan Agustus melukai 50 orang, tiga diantaranya luka serius.

Menurut wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok hal ini diperkirakan sebagai tindakan balasan terhadap pendudukan bandar udara.

Kelompok pro-pemerintah dilaporkan berencana melakukan pawai hari Minggu.

Hindari konfrontasi
Para pengunjuk rasa dari Aliansi Rakyat bagi Demokrasi (PAD), sebuah kelompok yang terdiri dari pendukung kerajaan, pengusaha dan golongan kelas menengah - sudah menduduki bandar udara Svarnabhumi, dan Don Muang, hampir selama sepekan.

Perdana Menteri Somchai Wongsawat telah memerintahkan polisi untuk membubarkan mereka. Dalam kaitan inipolisi mengatakan mereka tidak akan menggunakan kekerasan.

"Kami sedang dalam proses perundingan. Kami ingin menghindari konfrontasi kekerasan. Kami tidak akan menggunakan senjata," kata juru bicara kepolisian, Pongsapat Pongcharoen.

Penumpang terlantar
Sekitar 100 ribu penumpang diperkirakan terlantar. Beberapa penumpang telah berusaha mendatangi beberapa bandara lebih kecil untuk bisa terbang, namun bandara ini pun kewalahan menampung.

Pemerintah Spanyol hari Sabtu mengirim tiga pesawat untuk mengevakuasi warga mereka. Pesawat Australia Qantas juga menyediakan pesawat khusus yang terbang dari kota wisata Phuket.

Penutupan itu berpengaruh besar terhadap industri pariwisata Thailand, dengan kerugian jutaan dolar pendapatan.

Federasi Industri Thailand memperkirakan blokade ini menyebabkan kerugian 85 juta dolar setiap harinya.

Penutupan itu juga akan berdampak panjang. Wakil Perdana Menteri Olarn Chaipravat mengatakan jumlah turis asing yang akan datang tahun depan akan turun sampai separuhnya. Ini menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lapangan kerja.


bbc