Tuesday, August 12, 2008

Kashmir Berdarah

SEDIKITNYA 10 orang tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka di daerah Kashmir India, ketika aparat keamanan melepaskan tembakan, untuk membubarkan massa yang melempar batu.

Gelombang unjukrasa di Kashmir dipicu sengketa penguasaan lahanRibuan orang tidak mengindahkan larangan ke luar rumah di Srinagar dan kota-kota lain berpenduduk mayoritas muslim di lembah Kashmir, untuk memprotes pembunuhan lima orang, termasuk seorang pemimpin gerakan separatis, ketika polisi melepaskan tembakan pada hari Senin.

Aparat keamanan menembak ke arah massa pengunjukrasa, yang mencoba melintasi Garis Kontrol, yang memisahkan daerah Kashmir yang dikuasai India dan yang dikuasai Pakistan.

Larangan keluar rumah diberlakukan menjelang pemakaman seorang tokoh senior separatis, Sheikh Aziz yang meninggal setelah polisi melepaskan tembakan hari Senin.

Ketegangan merebak dan mengancam harapan perdamaian setelah bertahun-tahun situasi relatif tenang.

Wartawan BBC Chris Morris di Delhi mengatakan, Kashmir kini menjadi terancam terbelah dua dalam sengketa soal penguasaan sepetak tanah.

Unjukrasa dan unjukrasa tandingan berlangsung beberapa pekan di Lembah Kashmir, dan di kawasan yang penduduknya utamanya warga Hindu di kota Jammu di selatan.

Unjukrasa di lembah tersebut tercatat sebagai salah satu yang paling besarsejak pemberontakan separatis terhadap kekuasaan India pecah hampir 20 tahun lalu.

(bbc)